BMW secara resmi meluncurkan i3 serba listrik, menandai pertama kalinya Seri 3 yang ikonik menjadi sepenuhnya listrik. Model baru ini memiliki jangkauan terdepan di industri yaitu 559 mil (900 km), melampaui kompetitor dan menetapkan tolok ukur baru untuk kinerja kendaraan listrik.
Platform Neue Klasse dan Fitur Utama
i3 adalah kendaraan kedua yang dibangun di atas platform Neue Klasse inovatif BMW, setelah SUV iX3. Platform ini menggunakan arsitektur 800V Gen6 yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. i3 menghidupkan kembali nama hatchback listrik BMW sebelumnya (dihentikan pada tahun 2022) dan menjadi EV terkecil di jajaran merek tersebut.
Khususnya, BMW telah melampaui Mercedes-Benz, membawa i3 ke pasar lebih unggul dari model C-Class EQ mereka. Audi A4 E-tron listrik akan menyusul pada akhir dekade ini, yang semakin mengintensifkan persaingan di segmen EV premium.
Peluncuran Tertunda dan Koeksistensi Mesin Pembakaran
Meski menawarkan sedan listrik i4 sejak 2021, BMW menunda i3 hingga teknologinya menyamai performa Seri 3 bertenaga bensin. Perusahaan akan terus menjual mesin pembakaran Seri 3 yang ada bersama i3, dengan pembaruan besar direncanakan untuk menyelaraskan model ICE dengan desain dan teknologi generasi baru.
i3 awalnya akan diluncurkan dalam bentuk sedan, dengan varian Touring (estate) direncanakan untuk masa depan. M3 EV berperforma tinggi juga sedang dalam pengembangan, dipratinjau oleh pengujian M HP BEV dan diharapkan tiba pada tahun 2028.
Performa Baterai dan Pengisian Daya
i3 dilengkapi dengan baterai nikel-mangan-kobalt (NMC) 108 kWh, yang menghasilkan jangkauan luar biasa sejauh 559 mil. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan iX3, meski menggunakan baterai yang sama, berkat profil sedan yang lebih aerodinamis.
Insinyur BMW mencapai hal ini dengan mengintegrasikan kursi depan langsung ke baterai, menurunkan garis atap, dan menciptakan bagian bawah bodi mobil yang benar-benar mulus untuk aliran udara optimal.
Saat mengisi daya di stasiun pengisian cepat DC dengan output maksimum 400kW, i3 dapat memperoleh jangkauan 249 mil hanya dalam 10 menit. Pengisian daya AC didukung hingga 22kW.
Posisi Pasar dan Persaingan
Jangkauan i3 yang lebih luas menjadikannya EV dengan jangkauan terjauh yang tersedia di Eropa, melebihi Mercedes-Benz EQS. Hal ini menempatkan BMW dalam posisi yang kuat di pasar yang berkembang pesat di mana kekhawatiran akan jangkauan masih menjadi perhatian utama bagi banyak pembeli.
Peluncuran i3 adalah momen penting bagi BMW, memperkuat komitmen mereka terhadap elektrifikasi sekaligus mempertahankan daya tarik model Seri 3 terlaris mereka. Persaingan semakin memanas, namun BMW jelas telah menetapkan standar baru dalam performa dan kepraktisan di segmen sedan listrik.






























