Ford memulai penarikan besar-besaran yang memengaruhi 4.380.609 kendaraan karena kelemahan kritis pada Modul Trailer Terintegrasi (ITRM). Cacat ini dapat menyebabkan hilangnya lampu rem trailer, lampu sein, dan dalam beberapa kasus, trailer mengerem sendiri. Masalah ini berasal dari kesalahan perangkat lunak yang mengganggu komunikasi antara ITRM dan sistem kendaraan.
Kendaraan yang Terkena Dampak
Penarikan kembali mencakup berbagai model Ford dan Lincoln yang populer, termasuk:
- F-150
- Tugas Super F-250
- E-Transit
- Ekspedisi
- Maverick
- Penjaga hutan
- Lincoln Navigator
Tahun model yang terkena dampak berkisar dari 2021 hingga 2026. Ford memperkirakan sekitar satu persen kendaraan yang terkena dampak akan mengalami masalah ini.
Masalah Dijelaskan
Masalah intinya adalah kondisi perlombaan perangkat lunak dalam ITRM. Selama penyalaan kendaraan, modul mungkin gagal menjalin komunikasi yang baik dengan komputer pusat kendaraan. Pemutusan sambungan ini menyebabkan lampu rem dan lampu sein trailer tidak berfungsi, sehingga menimbulkan bahaya keselamatan yang parah bagi pengemudi yang mengandalkan sistem ini. Meskipun hilangnya rem trailer sepenuhnya jarang terjadi, namun hal ini tetap merupakan akibat yang potensial.
Tanda dan Waktu Peringatan
Pengemudi mungkin melihat pesan peringatan di dasbor, seperti “Kesalahan modul rem trailer” atau “Kesalahan Sistem Bantuan Titik Buta”. Ford telah mengetahui masalah ini selama beberapa waktu tetapi baru saja mengajukan dokumen penarikan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).
Perbaikan ini akan dikirimkan melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) mulai bulan Maret 2026. Ford akan memberi tahu dealer dan pemilik pada tanggal 17 Maret 2024. Pemilik juga memiliki opsi untuk membawa kendaraan mereka ke dealer Ford atau Lincoln untuk pembaruan perangkat lunak.
Mengapa Ini Penting
Kegagalan rem trailer dapat menyebabkan tabrakan, terutama dalam situasi darurat di mana tenaga pengereman yang cepat sangat penting. Fakta bahwa Ford mengatasi masalah ini melalui pembaruan OTA dan bukan perbaikan fisik menunjukkan bahwa masalahnya sepenuhnya berbasis perangkat lunak. Hal ini juga menyoroti tren yang lebih luas dalam industri otomotif menuju perbaikan kerusakan kendaraan dari jarak jauh. Keterlambatan dalam penerapan perbaikan—hampir dua tahun setelah masalah teridentifikasi—menimbulkan pertanyaan tentang prioritas stabilitas perangkat lunak pada kendaraan modern.
Produsen mobil tersebut melaporkan tidak ada kecelakaan, cedera, atau kebakaran terkait masalah ini. Namun, skala penarikan ini menggarisbawahi potensi risiko terhadap keselamatan publik.
Penarikan kembali ini menunjukkan semakin besarnya ketergantungan terhadap perangkat lunak pada kendaraan modern dan pentingnya pengujian yang kuat serta respons yang cepat terhadap kerusakan. Peralihan ke pembaruan OTA menawarkan kemudahan namun juga menghadirkan kompleksitas baru dalam memastikan keamanan dan keandalan kendaraan.






























