Ford Motor Company sekali lagi berkomitmen pada versi hibrida dari model Bronco dan Mustang yang ikonik, hampir enam tahun setelah pertama kali mengumumkan rencana tersebut pada tahun 2018. Kebangkitan ini terjadi di tengah minat konsumen yang kembali terhadap kendaraan listrik dan perubahan strategis di perusahaan untuk merangkul opsi hibrida dan listrik sepenuhnya.
Janji Awal dan Kemunduran Selanjutnya
Pada tahun 2018, Ford dengan berani mendeklarasikan strategi “all-in” untuk kendaraan hibrida, dengan menguraikan versi ramah lingkungan dari Bronco, Escape, Explorer, Mustang, dan F-150. Meskipun beberapa model – terutama F-150 Hybrid dan Maverick Hybrid – telah mencapai kesuksesan, model lainnya dihentikan (Escape Hybrid) atau sangat dibatasi (Explorer Hybrid, yang kini ditujukan terutama untuk penegakan hukum).
Mobil hibrida Bronco dan Mustang, khususnya, masih sulit dipahami, dan Mustang Hybrid dilaporkan dibatalkan pada tahun 2022, meskipun penampakan prototipe baru-baru ini menunjukkan kemungkinan pembalikan. Pola proyek yang tertunda atau ditinggalkan ini tidak hanya terjadi pada Ford, karena produsen mobil lain, seperti Tesla, juga menghadapi tantangan dalam memenuhi jadwal elektrifikasi yang ambisius.
Dorongan Baru CEO Farley
CEO Ford Jim Farley baru-baru ini menekankan “kebangkitan besar” dalam permintaan kendaraan hibrida dan kendaraan listrik dengan jangkauan yang lebih luas. Dia menunjuk pada popularitas opsi hybrid dalam jajaran F-150 (sekitar 30% penjualan) dan posisi unik Maverick Hybrid di pasar truk kompak.
Farley kini menegaskan bahwa “Semua yang dapat Anda beli di Ford akan menggunakan model hybrid,” yang menandakan komitmen baru untuk memenuhi janji yang dibuat hampir satu dekade lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Ford akan meninjau kembali rencana hybrid sebelumnya untuk Bronco dan Mustang.
Apa Artinya
Kebangkitan kembali rencana hibrida untuk Bronco dan Mustang menyoroti pendekatan elektrifikasi yang terus berkembang di industri otomotif. Meskipun kendaraan listrik sepenuhnya tetap menjadi prioritas, kendaraan hibrida menawarkan transisi yang lebih mudah diakses oleh konsumen yang ragu untuk berkomitmen pada teknologi yang hanya menggunakan baterai.
Langkah ini menempatkan Ford untuk bersaing secara lebih efektif dengan para pesaingnya, termasuk Tesla, sekaligus merespons perubahan permintaan pasar. Apakah Ford akan berhasil memenuhi janji-janji baru ini masih harus dilihat, namun momentum saat ini menunjukkan kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan upaya-upaya sebelumnya.
