Hyundai Menghentikan i10: Akhir dari Era City Car Berbahan Bakar Bensin yang Terjangkau

17

Hyundai i10, yang sudah lama menjadi andalan pasar mobil ramah anggaran, diam-diam telah dihentikan produksinya untuk pembeli Eropa. Hyundai telah berhenti menerima pesanan pabrik untuk model tersebut, menandakan peralihan dari kendaraan kecil bertenaga bensin seiring dengan berkembangnya tekanan peraturan dan permintaan konsumen. Meskipun stok yang ada masih tersedia melalui dealer di Inggris, masa depan i10 kini sudah berlalu.

Lari Singkat yang Sukses

i10 telah menjadi kesuksesan besar bagi Hyundai sejak peluncurannya di Inggris pada tahun 2008, dengan lebih dari 370.000 unit terjual. Meskipun memiliki kinerja yang kuat, perusahaan tidak memiliki rencana segera untuk mengganti model bensin dengan penerus langsungnya. Sebaliknya, Hyundai mengarahkan pelanggannya ke Inster listrik sebagai opsi entry-level barunya. Hal ini penting karena harga Inster hampir £5.500 lebih mahal, yang secara efektif membuat harga banyak target pembeli awal i10.

i10 tingkat dasar, dengan harga mulai £18.350, sudah menjadi lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, mobil ini tetap menjadi salah satu mobil baru yang paling mudah diakses di pasaran, didukung oleh garansi yang kuat dan biaya operasional yang rendah. Penghentian i10 berarti lebih sedikit pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan berbiaya rendah dan murni bertenaga bensin.

Tren Menuju Elektrifikasi

Kehancuran i10 adalah bagian dari tren yang lebih luas yang menekan mobil berbahan bakar bensin dengan harga terjangkau. Kia Picanto kini menjadi salah satu dari sedikit city car berbahan bakar bensin yang tersisa di Inggris. Pilihan lain, seperti Fiat 500 dan Toyota Aygo X, kini secara eksklusif bersifat hybrid atau jauh lebih mahal. City car yang murni bermesin pembakaran internal (ICE) tetap populer di pasar luar negeri, namun masa depan mereka di Eropa dan Inggris tidak pasti karena peraturan emisi yang semakin ketat.

Peralihan ke kendaraan listrik (EV) membentuk kembali segmen mobil kecil. Meskipun kendaraan listrik pada awalnya memiliki label harga yang lebih tinggi, kendaraan tersebut sering kali menyederhanakan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan menawarkan keunggulan teknologi. Hyundai belum secara resmi mengkonfirmasi pengganti langsung untuk ICE i10, tetapi EV segmen A baru hampir pasti sedang dalam pengembangan. Saingan Eropa, termasuk Renault dan Volkswagen, juga sedang mempersiapkan model listrik baru di bidang ini.

Berakhirnya Hyundai i10 menandai langkah lain dalam transisi industri otomotif dari mobil berbahan bakar bensin tradisional menuju masa depan yang lebih berlistrik. Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang keterjangkauan dan aksesibilitas bagi pembeli yang sadar anggaran, karena kesenjangan antara kendaraan listrik entry-level dan model bensin yang dihentikan semakin melebar.