Rolls-Royce Meluncurkan Kap Mesin Berukir Laser Pertama dalam Phantom Arabesque yang dipesan lebih dahulu

12

Rolls-Royce telah lama menjadi simbol kemewahan otomotif, namun eksklusivitas kini tidak lagi hanya soal harga. Pelanggan kelas atas saat ini menuntut kreasi yang benar-benar unik dan sering kali tidak dapat dicapai—dan Phantom Arabesque adalah contoh tren ini. Ditugaskan melalui Kantor Swasta Rolls-Royce di Dubai, Phantom Arabesque adalah mobil pertama yang diproduksi dengan kap mesin yang diukir laser, mendorong batas-batas keahlian otomotif.

Seni Ukiran Laser

Ini bukan modifikasi aftermarket yang sederhana. Rolls-Royce menghabiskan waktu lima tahun untuk mengembangkan teknik pengukiran laser, memastikan teknik tersebut terlihat mencolok dan kokoh secara struktural. Prosesnya dimulai dengan melapisi cat berwarna gelap dan bening, diikuti dengan lapisan atas yang lebih terang untuk menciptakan kedalaman yang cukup untuk pengukiran. Pola Mashrabiya yang dihasilkan diukir hingga kedalaman hanya 145–190 mikron, menunjukkan tingkat presisi yang ekstrem.

Mengapa ini penting? Pola Mashrabiya bukan hanya sekedar estetika; ini adalah elemen kunci arsitektur Timur Tengah, yang dikenal karena memberikan privasi, mengatur cahaya, dan memungkinkan aliran udara. Penggunaan desain ini oleh Rolls-Royce mengakui akar budaya sekaligus mempertahankan identitas merek.

Detail Eksterior

Phantom Arabesque semakin dibedakan dengan eksterior dua warnanya: bodywork bagian bawah Diamond Black yang dipadukan dengan permukaan atas berwarna Silver. Garis kereta yang dilukis dengan tangan dan gril Dark Chrome yang menyala menambah sentuhan kemewahan lebih lanjut. Mobil ini juga dilengkapi roda 22 inci yang dipoles, melengkapi tampilan eksteriornya.

Penyempurnaan Interior

Sentuhan khusus berlanjut di dalam. Bagian tengah dasbor dibuat dari kayu Blackwood dan Black Bolivar, mencerminkan pola Mashrabiya pada kap mesin. Selby berbahan kulit abu-abu dan hitam, dengan pipa jok hitam, karpet, dan motif bordir pada sandaran kepala, melengkapi kabin.

“Mashrabiya adalah salah satu bahasa desain paling terkenal dan bertahan lama di Timur Tengah,” kata Michelle Lusby, desainer utama di Rolls-Royce’s Dubai Private Office. “Untuk Phantom Arabesque, kami terinspirasi tidak hanya oleh keindahannya namun juga oleh privasi, cahaya, dan aliran udara yang diciptakannya. Tujuan kami adalah untuk menafsirkan kualitas-kualitas ini dengan cara yang terasa berakar pada budaya dan merupakan ciri khas Rolls-Royce.”

Phantom Arabesque bukan hanya sebuah mobil; itu adalah pernyataan kekayaan, eksklusivitas, dan apresiasi budaya. Ketika merek-merek ultra-mewah terus melayani kaum elit dunia, kita akan melihat kreasi yang lebih personal dan mewah yang mendorong batas-batas desain otomotif.