Stellantis Berkomitmen pada Perbaikan Kualitas dengan 2.000 Karyawan Teknik Baru

9

Produsen mobil dapat memproduksi semua mobil yang mereka inginkan, namun reputasi kualitas buruk dapat melekat pada mereka. Stellantis merespons permasalahan kualitas baru-baru ini dengan mempekerjakan 2.000 insinyur baru, sebuah langkah yang disebut oleh CEO Antonio Filosa sebagai “deep reset” seiring dengan persiapan perusahaan untuk meluncurkan model-model baru. Ini bukan hanya tentang menambah staf; ini tentang mengalihkan fokus seluruh perusahaan.

Mengatasi Masalah Operasional Sebelumnya

Selama panggilan pendapatan bulan Februari, Filosa menyatakan bahwa Stellantis secara aktif merestrukturisasi prosesnya untuk memperbaiki masalah yang berasal dari keputusan sebelumnya. Pimpinan perusahaan menjadikan kualitas sebagai prioritas, dibuktikan dengan masuknya Chief Quality Officer Sebastien Jacquet ke dalam tim kepemimpinan strategis. Hal ini menandakan adanya perubahan mendasar: kualitas bukan lagi sebuah hal yang hanya sekedar renungan, namun menjadi tujuan bisnis inti.

Catatan Campuran Menandakan Perlunya Perubahan

Kinerja kualitas Stellantis tidak stabil. Dodge menduduki puncak Studi Kualitas Awal A.S. J.D. Power pada tahun 2020 dan 2023, namun jatuh ke posisi terakhir pada tahun 2021 sebelum kembali naik ke posisi ketujuh pada tahun 2025. Sementara itu, Chrysler dan Ram secara konsisten mendapat skor di bawah rata-rata dalam studi terbaru yang mengukur masalah yang dilaporkan dalam 90 hari pertama kepemilikan.

Inkonsistensi ini tidak biasa. Model lama seperti Chrysler Pacifica dan Dodge Durango, terlepas dari sejarahnya, masih mengalami masalah, sementara model baru seperti Ram 1500 yang didesain ulang menghadapi “kesulitan yang semakin besar”. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pemotongan biaya baru-baru ini mungkin telah melemahkan sumber daya teknik, seperti yang diklaim oleh beberapa dealer.

Pertukaran Antara Inovasi dan Keandalan

Peluncuran kendaraan baru, desain ulang, dan integrasi teknologi baru diketahui menimbulkan masalah. Jake Fisher, direktur Pusat Uji Otomatis Consumer Reports, menyatakan bahwa produsen mobil yang sangat andal cenderung mengandalkan platform yang stabil dan powertrain bawaan. Ini adalah sebuah trade-off: inovasi dapat membawa masalah, sementara tetap berpegang pada desain yang sudah terbukti akan meminimalkan risiko.

Beberapa dealer percaya bahwa masalah kualitas berasal dari pemotongan biaya di bawah mantan CEO Carlos Tavares. Sean Hogan, ketua Dewan Dealer Nasional Stellantis, percaya bahwa pengurangan sumber daya teknik sambil mempertahankan ekspektasi kualitas adalah tindakan yang tidak berkelanjutan. “Ketika Anda melakukan pemotongan seperti yang dilakukan Tavares, dan Anda masih menginginkan kualitas yang sama, hal itu tidak akan terjadi,” kata Hogan.

Kesederhanaan sebagai Jalan Menuju Stabilitas

Stellantis kini condong ke perangkat keras yang lebih sederhana dan terbukti dalam beberapa kasus. Pengenalan kembali Hemi V8 5,7 liter baru-baru ini pada Ram 1500 adalah contoh dari strategi ini. Meski kurang bertenaga dan hemat bahan bakar, mesin ini memiliki rekam jejak keandalan yang panjang, dan pembeli memberikan respons positif. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pelanggan memprioritaskan keandalan dibandingkan kinerja mentah.

Pada akhirnya, Stellantis menyederhanakan produksi untuk meningkatkan kualitas dan kepuasan pelanggan. Penambahan 2.000 insinyur merupakan langkah nyata menuju tujuan tersebut. Perusahaan menyadari bahwa memperbaiki kesalahan di masa lalu memerlukan investasi yang besar, dan tampaknya perusahaan bersedia mewujudkannya.