Proyek kendaraan listrik Afeela yang ambisius, sebuah perusahaan patungan antara Honda dan Sony, telah dikurangi secara signifikan dengan pembatalan rencana sedan Afeela 1 dan model SUV masa depan. Keputusan ini mengikuti langkah Honda sebelumnya yang membatalkan tiga proyek kendaraan listrik yang dijadwalkan untuk fasilitasnya di Ohio, yang mencerminkan pendinginan yang lebih luas di pasar kendaraan listrik AS.
Mendinginnya Permintaan dan Realitas Bisnis
Pernyataan bersama dari Sony dan Honda menyebutkan perubahan asumsi bisnis, khususnya mengenai ketersediaan teknologi dan aset utama dari Honda, sebagai pendorong utama di balik pembatalan tersebut. Rencana awal bergantung pada pemanfaatan kemampuan manufaktur Honda, namun perubahan dalam strategi kendaraan listrik Honda telah membuat proyek Afeela tidak dapat dijalankan saat ini.
Meskipun mengalami kemunduran, Sony Honda Mobility – perusahaan yang bertanggung jawab atas merek Afeela – tetap beroperasi, meskipun sedang dalam peninjauan. Perusahaan-perusahaan tersebut sedang menilai kembali strategi jangka panjang mereka dan menjanjikan pembaruan “sedini mungkin.”
Faktor Pasar dan Potensi Pivot
Pergeseran ini terjadi di tengah penurunan penjualan kendaraan listrik setelah berakhirnya kredit pajak federal sebesar US$7.500 pada bulan September 2025. Perubahan kebijakan ini terbukti berdampak pada permintaan, sehingga Sony Honda Mobility memiliki pilihan yang terbatas. Perubahan yang paling mungkin terjadi adalah memfokuskan kembali upaya pada pasar Tiongkok atau meninggalkan pendekatan eksklusif khusus kendaraan listrik.
Sejarah Singkat Proyek
Sony pertama kali menunjukkan ambisi otomotifnya dengan konsep Vision-S EV di CES 2020. Hal ini mengarah pada kemitraan dengan Honda dan pengembangan merek Afeela, yang berpuncak pada peluncuran sedan Afeela 1 yang hampir diproduksi pada tahun 2025. Produksi dijadwalkan di pabrik East Liberty milik Honda, dekat pabrik Marysville tempat produksi Honda 0 Series EV yang sekarang dibatalkan.
Spesifikasi dan Harga Utama
Sedan Afeela 1 akan menampilkan sistem penggerak semua roda motor ganda yang menghasilkan tenaga 360kW, ditenagai oleh baterai lithium-ion 91kWh. Perkiraan jangkauan EPA diproyeksikan mencapai 483 km dengan dukungan pengisian cepat DC hingga 150kW. Harga awal yang direncanakan adalah US$89.900 (A$129.000), menempatkannya bersaing dengan EV kelas atas seperti Lucid Air. Model SUV lanjutan juga direncanakan untuk diproduksi pada tahun 2028.
Pembatalan ini menandai kemunduran besar bagi upaya Sony dalam memasuki industri otomotif, dan menyoroti tantangan dalam memasuki pasar yang berkembang pesat dan semakin kompetitif. Masa depan Sony Honda Mobility bergantung pada penataan kembali strategis dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan.





























