Jaguar Land Rover (JLR) telah mengumumkan penarikan kembali sistem keselamatan secara signifikan yang berdampak pada 170.169 kendaraan hybrid di Amerika Utara. Penarikan kembali ini bermula dari cacat teknis yang dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan total saat kendaraan sedang melaju, sehingga menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengemudi dan penumpang.
Akar Masalah Teknis
Masalahnya berpusat pada Konverter DC-DC, komponen penting yang mengelola daya listrik di dalam kendaraan. Investigasi mengungkapkan bahwa kesalahan dalam perangkat lunak kontrol boost —khususnya yang melibatkan microchip—dapat menyebabkan konverter gagal.
Ketika kegagalan ini terjadi, kendaraan mengalami pemadaman listrik secara cepat dan bertahap:
– Peringatan Awal: Dalam waktu 10 detik setelah kegagalan, pengemudi akan melihat pesan “Hentikan Deteksi Gangguan Listrik dengan Aman”.
– Kegagalan Sistem: Saat sistem 12 volt kehilangan dayanya, sistem keselamatan sekunder—termasuk bantuan menjaga jalur, kontrol stabilitas, dan suspensi —dapat mengalami kegagalan fungsi atau menampilkan peringatan.
– Mati Total: Jika pengemudi terus mengoperasikan kendaraan, kendaraan akan otomatis berpindah ke netral dan meluncur hingga berhenti. Akhirnya mesin mati, layar infotainment tengah dan AC mati, bahkan lampu eksterior pun berhenti berfungsi.
Rangkaian kejadian ini sangat berbahaya jika terjadi pada kecepatan tinggi atau dalam kondisi jarak pandang rendah, karena pengemudi kehilangan tenaga penggerak dan penerangan penting.
Model yang Terkena Dampak
Penarikan kembali ini mencakup berbagai macam SUV mewah dan kendaraan listrik yang diproduksi antara tahun 2019 dan 2024. Model yang terkena dampak meliputi:
- Land Rover:
- Range Rover Velar (2021–2024)
- Range Rover Evoque (2020–2023)
- Range Rover Olahraga (2019–2024)
- Range Rover (2020–2024)
- Penemuan Olahraga (2020)
- Penemuan (2021–2024)
- Bek (2021–2024)
- Jaguar:
- I-Pace (2021–2024)
- E-Pace (2021–2022)
Garis Waktu Keamanan yang Disengketakan
Jalan menuju penarikan kembali ini menyoroti titik gesekan yang signifikan antara produsen mobil dan regulator federal.
JLR pertama kali mengidentifikasi potensi masalah ini pada bulan September 2024. Pada saat itu, perusahaan awalnya mengkategorikan masalah tersebut sebagai masalah kepuasan pelanggan dan bukan kerusakan keselamatan yang kritis, mengingat bahwa gejalanya berkembang secara bertahap. Namun, setelah menerima laporan lebih lanjut pada tahun 2025, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) turun tangan.
NHTSA mengklarifikasi pendiriannya, dengan menyatakan bahwa hilangnya listrik dan penerangan merupakan cacat terkait keselamatan. Mengikuti arahan ini, JLR mengeluarkan penarikan resmi. Data menunjukkan bahwa antara Juli 2019 hingga April 2026, JLR menerima 5.952 laporan terkait penggantian konverter DC-DC. Meskipun tidak ada laporan kecelakaan, cedera, atau kebakaran hingga saat ini, potensi tabrakan masih tinggi.
Status Saat Ini dan Langkah Selanjutnya
Sampai sekarang, JLR belum mengembangkan perbaikan permanen untuk kesalahan perangkat lunak. Perusahaan saat ini sedang dalam tahap rekayasa untuk mengembangkan perbaikan dan berjanji akan memberikan pembaruan mengenai jadwal perbaikan di kemudian hari.
Ringkasan: JLR menarik kembali lebih dari 170.000 kendaraan karena cacat perangkat lunak yang dapat memicu hilangnya daya dan penerangan total. Meskipun tidak ada korban cedera yang dilaporkan, perusahaan sedang melakukan perbaikan teknis menyusul tekanan dari regulator keselamatan federal.
