Dimulai dengan asap yang dapat Anda lihat dan hal-hal yang tidak dapat Anda lihat. Kendaraan bermotor memompa sejumlah polutan ke atmosfer. Yang paling berpengaruh di sini adalah materi partikulat. Ini adalah campuran sampah organik dan pasir anorganik. Anda memiliki debu, tanah, asam, logam, dan bahan kimia yang berputar-putar. Sebagian besar bersifat mikroskopis. Semakin kecil partikelnya, semakin buruk bagi Anda. Apa pun yang berukuran di bawah 10 mikrometer akan melewati pertahanan tubuh Anda dan bersarang di paru-paru Anda. Begitu sampai di sana, itu tidak berhenti. Itu juga mendatangkan malapetaka pada hati.
Lalu ada nitrogen dioksida. Itu muncul ketika bahan bakar terbakar pada suhu tinggi. Konsentrasi tinggi mengunyah jaringan paru-paru. Ini memberi Anda nyeri dada. Itu membuat pernapasan menjadi sulit.
Ancaman VOC yang Tak Terlihat
Senyawa organik yang mudah menguap tersembunyi di depan mata. Kami menyebutnya VOC. Mereka sama berbahayanya dengan namanya. Anda tidak akan mencium baunya. Anda tidak akan mencicipinya. Mereka tidak berwarna. Mereka “mudah menguap” karena mudah menguap pada suhu kamar. Benzena adalah salah satunya. Benzena dikenal sebagai karsinogen.
Biasanya pabrik memproduksinya. Tapi mobil juga demikian. Tindakan membakar bahan bakar melepaskan mereka. Interior mobil Anda sendiri melepaskannya. Ini adalah pukulan ganda.
Di Mana Polusi Udara Paling Buruk?
Peta kabut asapnya pun tidak merata. Polusi udara tidak konsisten. Hal ini tidak terjadi di semua tempat sekaligus. Populasi yang padat menciptakan udara kotor. Daerah yang menggunakan bahan bakar fosil dalam jumlah besar akan lebih cepat tersedak. Los Angeles, Mexico City, dan Beijing terkenal. Mereka menduduki peringkat teratas dalam daftar kualitas udara buruk.
Cuaca juga penting. Ini menentukan fluktuasi harian. Suatu hari udaranya bisa bernapas. Berikutnya, tebal. Tingkat polusi berubah berdasarkan lokasi. Mereka berubah setiap jam.
Angka di Balik Knalpot Anda
Para ilmuwan telah mengolah datanya. Mereka dapat memberi Anda persentase kasar tentang kontribusi udara kotor mobil di Amerika Serikat. Badan Perlindungan Lingkungan mempunyai beberapa angka pasti. Kendaraan bermotor menghasilkan sekitar setengah dari seluruh polutan seperti VOC. Itu termasuk nitrogen oksida. Ini termasuk materi partikulat.
Jumlah tersebut melonjak untuk karbon monoksida. Tujuh puluh lima persen emisi tersebut berasal dari mobil. Di perkotaan, bebannya lebih berat lagi. Emisi otomotif menyumbang 50 hingga 90 persen polusi udara di perkotaan. Banyak sekali udara kotor yang keluar dari garasi.
Bisakah Teknologi Memperbaiki Jejak Karbon Kita?
Masyarakat tidak mau menyerahkan mobilnya. Mereka tidak ingin mengemudi lebih sedikit. Jadi industri berubah. Mereka melakukan perubahan. Konverter katalitik hadir pada tahun 1970an. Mereka mengubah polutan berbahaya menjadi emisi yang lebih tidak beracun. Itu membantu.
Baru-baru ini, hibrida mulai populer. Kendaraan listrik memperoleh daya tarik. Mereka yang berwawasan lingkungan telah beralih. Namun masalahnya tetap ada. Polusi udara masih menjadi kekhawatiran besar. Perdebatan mengenai bahan bakar fosil belum berakhir. Udara bersih masih merupakan tujuan yang jauh. Jalannya panjang.






























